UangGue.com - Salah satu alasan utama mengapa banyak orang ragu beralih ke lantai batu alam adalah ketakutan akan perawatannya. Beredar mitos bahwa marmer adalah material "manja" yang membutuhkan perawatan ekstra rumit, alat pembersih khusus yang mahal, dan tidak boleh terinjak sembarangan. Padahal, jika kita melihat bangunan bersejarah di Eropa yang usianya ratusan tahun, lantai marmer mereka masih bertahan hingga kini. Ini membuktikan bahwa dengan perawatan yang tepat, marmer adalah material yang sangat tangguh.
Kunci utama dalam merawat marmer bukanlah pada seberapa mahal alat pembersihnya, melainkan pada pemahaman mengenai sifat kimia batuan tersebut. Marmer berbasis kalsium karbonat, yang berarti musuh utamanya adalah zat asam. Kesalahan paling umum yang dilakukan pemilik rumah adalah membersihkan lantai marmer menggunakan pembersih keramik biasa yang bersifat keras atau bahan alami seperti cuka dan jeruk nipis.
Teknik Pembersihan Harian yang Benar
Sebenarnya, perawatan harian marmer sangat sederhana: cukup sapu atau vacuum debu secara rutin agar partikel pasir tidak menggores permukaan saat terinjak. Untuk mengepel, gunakan air hangat dan sabun dengan pH netral. Hindari pemutih atau pembersih abrasif. Jika terjadi tumpahan cairan berwarna (kopi, anggur, saus), segera lap dan jangan dibiarkan mengering.
Banyak anggapan keliru yang justru memperparah kondisi lantai. Misalnya, anggapan bahwa semakin sering dipoles semakin baik, padahal poles berlebihan bisa menipiskan lapisan batu jika tidak dilakukan oleh profesional. Untuk meluruskan kesimpangsiuran informasi ini, Anda bisa membaca ulasan mendalam mengenai panduan sederhana pembersihan marmer. Artikel tersebut akan membuka wawasan Anda bahwa merawat kemewahan tidak harus menyusahkan.
Solusi Jangka Panjang
Keunggulan utama marmer terutama marmer lampung dibandingkan keramik adalah kemampuannya untuk diperbarui. Jika lantai keramik tergores atau kusam, Anda harus membongkar dan menggantinya. Namun, jika marmer kusam, Anda cukup memanggil jasa poles (re-polishing) untuk mengupas lapisan mikron teratas dan mengembalikan kilau aslinya seperti baru pasang.
Jika Anda membutuhkan saran mengenai produk perawatan yang aman atau ingin berkonsultasi tentang restorasi lantai, hubungi ahli perawatan batu alam yang berpengalaman. Dengan rutin melakukan perawatan sederhana dan re-polishing berkala (misalnya 3-5 tahun sekali), lantai marmer di hunian Anda akan tetap memancarkan pesona alaminya, bahkan bisa menjadi warisan yang berharga bagi generasi berikutnya.
