Gimana Sih Caranya Ngambil Dividen? Panduan Lengkap Investor Saham

UangGue.comDividen sering disebut sebagai “hadiah” bagi investor saham. Tapi dalam praktiknya, masih banyak investor—terutama pemula—yang bingung: gimana sebenarnya cara ngambil dividen? Apakah harus daftar dulu? Apakah dividen perlu diklaim manual? Atau langsung masuk ke rekening?

Pertanyaan ini terlihat sederhana, tapi di baliknya ada mekanisme pasar modal, aturan emiten, serta asumsi-asumsi keliru yang sering menyesatkan investor. Artikel ini membedah proses pengambilan dividen secara runtut, logis, dan aplikatif.

Apa yang Dimaksud “Ngambil” Dividen?

Gimana Sih Caranya Ngambil Dividen?

Pertama-tama, kita perlu meluruskan istilah. Dalam konteks saham, dividen tidak “diambil” secara aktif seperti menarik uang tunai, melainkan dibagikan otomatis oleh perusahaan (emiten) kepada investor yang memenuhi syarat.

Jadi pertanyaan yang lebih tepat sebenarnya adalah:

  • Bagaimana caranya agar kita berhak menerima dividen?
  • Apa yang terjadi setelah dividen dibagikan?
  • Ke mana dividen itu masuk?

Dengan mengubah sudut pandang ini, kita bisa memahami bahwa proses dividen lebih bersifat sistemik daripada manual.

Asumsi Tersembunyi yang Sering Salah Kaprah

Sebelum masuk ke teknis, mari bongkar beberapa asumsi keliru yang sering muncul:

  1. “Dividen harus diklaim manual”
    Salah. Tidak ada tombol “klaim dividen” di aplikasi sekuritas.
  2. “Kalau beli saham hari ini, besok pasti dapat dividen”
    Salah. Ada tanggal-tanggal penting yang menentukan.
  3. “Dividen masuk ke rekening bank langsung”
    Tidak selalu. Biasanya masuk ke RDN (Rekening Dana Nasabah).

Memahami kesalahan ini penting agar investor tidak kecewa atau salah mengambil keputusan.

Syarat Utama Agar Bisa Mendapat Dividen

Agar berhak menerima dividen, ada tiga syarat fundamental yang harus dipenuhi:

a. Perusahaan Harus Membagikan Dividen

Tidak semua perusahaan membagikan dividen. Hanya emiten yang:

  • Mencetak laba
  • Disetujui dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham)
  • Memutuskan membagi laba kepada pemegang saham

Kalau perusahaan rugi atau memilih menahan laba, maka tidak ada dividen, meskipun sahamnya kita pegang lama.

b. Investor Harus Memiliki Saham di Tanggal Cum Date

Ini poin paling krusial.

Ada beberapa tanggal penting dalam pembagian dividen:

  • Declaration Date: tanggal pengumuman dividen
  • Cum Date: tanggal terakhir beli saham agar berhak dividen
  • Ex Date: setelah tanggal ini, pembeli saham tidak dapat dividen
  • Record Date: tanggal pencatatan pemegang saham
  • Payment Date: tanggal dividen dibayarkan

Kuncinya: kamu harus sudah punya saham sebelum atau saat cum date.

c. Saham Tercatat di Rekening Efek

Saham harus tercatat di:

  • Rekening Efek (KSEI)
  • Melalui perusahaan sekuritas resmi

Kalau beli saham lewat jalur resmi (aplikasi sekuritas), ini otomatis terpenuhi.

Proses “Ngambil” Dividen: Step by Step Secara Nyata

Sekarang kita masuk ke inti pertanyaan.

Langkah 1: Beli Saham yang Akan Bagi Dividen

Investor cukup:

  • Analisis saham
  • Beli saham sebelum cum date
  • Tahan saham sampai minimal lewat record date

Tidak perlu daftar apa pun.

Langkah 2: Tunggu Payment Date

Setelah cum date dan record date lewat, investor cukup menunggu sampai payment date.

Pada tahap ini:

  • Tidak perlu login
  • Tidak perlu klik menu apa pun
  • Tidak perlu menghubungi sekuritas

Langkah 3: Dividen Masuk Otomatis ke RDN

Pada payment date:

  • Dividen langsung masuk ke RDN
  • Nominal sesuai jumlah saham × dividen per saham
  • Sudah dipotong pajak dividen (10% untuk individu domestik)

Misalnya:

  • Punya 1.000 saham
  • Dividen Rp100 per saham
    → Dividen kotor: Rp100.000
    → Pajak 10%: Rp10.000
    → Masuk RDN: Rp90.000

Inilah momen di mana banyak investor baru sadar: “Oh, ternyata dividen memang otomatis.”

Apa yang Bisa Dilakukan Setelah Dividen Masuk?

Setelah dividen masuk ke RDN, investor punya beberapa opsi rasional:

  1. Reinvest
    Menggunakan dividen untuk beli saham lagi (compound effect).
  2. Tarik ke Rekening Bank
    Transfer dari RDN ke rekening pribadi.
  3. Diamkan di RDN
    Biasanya tidak disarankan karena RDN bukan instrumen investasi.

Pilihan terbaik tergantung tujuan investasi masing-masing.

Apakah Dividen Selalu Menguntungkan?

Penting untuk bersikap kritis.

Beberapa investor mengejar dividen tanpa mempertimbangkan:

  • Harga saham bisa turun setelah ex date
  • Dividen besar tidak selalu berarti perusahaan sehat
  • Yield tinggi bisa berasal dari laba yang tidak berkelanjutan

Artinya, mengambil dividen bukan tujuan akhir, melainkan bagian dari strategi investasi.

Investor rasional tidak hanya bertanya:

“Gimana cara ngambil dividen?”

Tapi juga:

“Apakah dividen ini layak diambil dari sisi risiko dan peluang?”

Kesimpulan Logis

Secara logis dan praktis:

  • Dividen tidak diambil manual
  • Investor cukup punya saham sebelum cum date
  • Dividen otomatis masuk ke RDN saat payment date
  • Tidak ada proses klaim atau pendaftaran tambahan

Kesederhanaan mekanisme ini justru sering tertutup oleh miskonsepsi.

Lebih baru Lebih lama